Flower

Flower
Flower from Botanical Garden

Jumat, 09 November 2012

Mendidik, dididik, pendidik, pendidikan

Didik itulah kata dasar dari semua kata seputar didik. Terlihat mudah namun tidak semudah mengucapkan. Setiap orang membutuhkan pendidikan tidak hanya dari dilahirkan bahkan semenjak dari kandungan sudah dilakukan proses pendidikan.
Kita coba bahas yang pertama mendidik. Mendidik adalah tugas utama  kita sebagai orang yang lebih tua dan berpengalaman, meski tidak selalu demikian adanya. Mendidik yakni memberikan arahan, nasihat, panduan tentang apa dan bagaimana seseorang berlaku dalam hidupnya.
Mendidik bayi agar belajar mengenal kehidupan di dunia. Mendidik balita mengetahui cara berjalan, makan, minum, berbicara dll. Mendidik murid SD cara belajar membaca, menulis, berhitung, dst. Mendidik remaja agat tahu bagaimana cara hidup bertanggung jawab, disiplin, mandiri, kreatif. Lantas perlukah mendidik kaum dewasa bahkan manula? Ya, hingga liang lahat sebagai manusia biasa kita perlu diingatkan untuk dididik.
Dididik lebih paham tentang fungsi dan arti kehadiran kita di dunia. Mau ke mana arah jalan yang dipilih untuk hari nanti. Bekal apa yang disiapkan menuju akhirat nanti. Dididik untuk diri, peka, sensitif terhadap diri sendiri dan orang lain. Hal ini dilakukan oleh pendidik.
Pendidik yang mendidik para terdidik. Waduh....bolak-balik pada kata yang sama, namun dalam maknanya.
 Pendidikan yang dijalani dewasa ini, tentu saja masih harus belajar bagaimana mendidik pendidik dalam pendidikan. Namun tentu tidak hanya tanggung jawab pendidik semata, tetapi juga para pengambil keputusan pendidikan di negeri ini. Seperti beban kurikulum, ujian nasional, pendidikan yang lebih merata di seluruh penjuru tanah air, tawuran pelajar, sinkronisasi materi pelajaran dengan kebutuhan tenaga kerja yang siap pakai, dll. Jadi mari kita belajar lagi agar menjadi pendidik yang tidak sekadar mendidik tapi lebih dari itu. Semoga...