Jadi penulis buku? Mana mungkin? Itu yang selalu menghantui selama ini. Tiap kali ke toko buku rasanya ingin menemukan buku yang bertuliskan nama diri sendiri. Hanya mimpi pikirku. Alhamdulillah pertemuan dengan Mediaguru Indonesia membuka luas kesempatan untuk banyak belajar kepenulisan.
Apa yang tertulis semata-mata proses pembelajaran ungkapkan yang ada dalam pikiran jadi sebuah tulisan meski mungkin tanpa makna namun apa yang terekam dalam ingatan dapat muncul ke permukaan. Bukan ingin dimengerti, bukan pula ingin dimaklumi. Biarkan catatan ini jadi ungkap rasa apa adanya.
Flower
Flower from Botanical Garden
Selasa, 14 Maret 2023
Wujudkan Mimpi
Jadi penulis buku? Mana mungkin? Itu yang selalu menghantui selama ini. Tiap kali ke toko buku rasanya ingin menemukan buku yang bertuliskan nama diri sendiri. Hanya mimpi pikirku. Alhamdulillah pertemuan dengan Mediaguru Indonesia membuka luas kesempatan untuk banyak belajar kepenulisan.
Senin, 07 Maret 2022
Menulis itu menyenangkan (2)
Bagi para pemula mungkin menulis terasa sulit. Tidak masalah, wajar saja. Apalagi bila memang tidak terbiasa merangkai kata. Awal mula menulis memang perlu usaha lebih dari dalam diri (motivasi kuat).
Dari berbagai pelatihan menulis yang pernah diikuti, ada beberapa cara untuk memulainya, seperti:
1. Bicaralah dengan seseorang tentang apa yang dilakukan hari ini. Setelah selesai bercerita, tuliskan apa yang sudah diceritakan. Tulis saja dulu tanpa peduli ejaan, bahasa, koherensi paragraf. Tulis saja sampai tuntas. Setelah itu biarkan satu-dua hari, kemudian baca ulang. Biasanya akan ditemukan sendiri kesalahan kata, kalimat yang tidak sesuai atau terasa janggal. Kita bisa langsung mengeditnya.
2. Mulai menulis dari hal-hal yang paling mudah. Yang hobi masak, bisa mulai menuliskan resep masakan, filosofi di balik sebuah makanan atau minuman, bahan-bahan alternatif, dll. Yang hobi olahraga, bisa mulai dari alasan suka olahraga, jenis olahraga, manfaatnya, dll. Intinya mulai menulis dari yang biasa dilakukan tiap hari. Bedanya kita seperti membuat catatan harian tapi untuk dituliskan dan dibagikan agar diketahui orang banyak.
3. Keluar dari zona nyaman. Ketika kita mengunci diri dengan mengatakan tidak bisa menulis, maka mulailah menantang diri sendiri untuk mulai menulis. Nikmati sensasi saat menantang diri sendiri melakukan sesuatu yang tidak lazim dilakukan. Maka, segeralah mulai menulis.
4. Menulis bisa sangat menyehatkan sebagai terapi bagi diri sendiri. Ketika kita menuliskan segala perasaan dalam tulisan, insya Allah jadi obat mujarab bagi hati. Kita akan merasa lega dan lepas beban karena semua sudah ditumpahkan.
5. Menulis berbagi manfaat. Pengalaman jadi guru terbaik. Hal-hal penting dalam hidup bisa dibagikan untuk generasi berikut dalam bentuk tulisan. Kelak bila kita sudah tiada, generasi berikut masih bisa membaca dan mendapatkan manfaat dari pengalaman yang dituliskan.
Menulislah karena sejatinya tulisan akan tetap ada meski kita tiada.
Minggu, 06 Maret 2022
Menulis itu menyenangkan
Lama tak berkunjung ke blog pribadi buka berarti tidak produktif. Insya Allah masih menulis dan akan terus menulis selagi mampu.
Sejak akhir Desember 2019, penulis bergabung dengan komunitas menulis Media Guru Indonesia. Alhamdulillah bertemu dengan komunitas menulis yang membuat semangat dan yakin bahwa menulis itu menyenangkan.
Tanpa terasa penulis sudah mulai ikut beberapa program buku antologi. Diawali dari Komunitas Penulis Pengajar Jawa Barat, tepat tanggal 22 Desember 2019 lahir dua buku antologi.. Judulnya. "Selengkung Bulan" dan "Untuk Anakku". Kemudian "Yuk Meong Rame-Rame" dengan Media Guru, dst.
Ikut kelas menulis melalui WA dirasa cukup efektif dan sangat membantu untuk bertanya dan diskusi seputar masalah menulis. Tanpa terasa hingga kini sudah terlahir puluhan buku antologi dengan berbagai penerbit. Menulis memang sangat menyenangkan. Kita bisa bertemu dengan komunitas baru yang membawa keluar dari zona nyaman selama ini.
Meski demikian masih ada hal yang dirasa mengganjal. Penulis belum bisa mewujudkan mimpi membuat karya buku tunggal. Bukannya tak ingin segera, melainkan banyak pertimbangan. Di antaranya penulis ingin melahirkan buku tunggal yang betul-betul manfaat dan dibutuhkan hingga masa-masa berikut.
Biarlah sementara ini penulis masih berlatih menulis sambil mencari dan membuat tulisan yang tidak biasa. Tulisan yang mengandung hikmah dalam hidup. Tentu tidak mudah dan butuh waktu lama. Semua perlu proses,, usaha, dan kesabaran. Setidaknya latihan menulis rutin ini semoga bisa jadi bahan tulisan yang manfaat nantinya.
Jumat, 26 Juni 2020
Rehat Sejenak
Ada hal yang tak bisa diungkap
Jangan salahkan siapa
Tapi tanya mengapa
Jejak langkah 'kan terukir
Demi untukmu
Meski sekadar kata
Ingin kuungkap untukmu
Hidup sesaat
Waktu terlewat
Bagai kilat nan dahsyat
Cepat lugas tepat
Tertatih jalani hari
Coba raih ridho Ilahi
Rindukan dirahmati
Agar hidup tak disesali
Rabu, 24 Juni 2020
Sekolah Wastu Kencana
Senin, 22 Juni 2020
Kantin Juna
Minggu, 21 Juni 2020
Misi Penyelamatan Ecy
Sabtu, 20 Juni 2020
Untuk Mas Bowie
Catatan:
Pentigraf adalah cerpen tiga paragraf yang diperkenalkan oleh Prof. Tengsoe Tjahjono.
Cerita yang dibuat singkat, ringkas, namun tetap bernilai sastra karena mengubah jalan cerita jadi lebih bermakna dan ada unsur kejutan di akhir paragraf.
Untuk Mas Bowie terdapat dalam buku antologi karya anggota KGPJB (sekarang KPPJB) yang berjudul, "Sepenggal Kisah di Ruang Cipta" Pentigraf yang terbit pada tahun 2020.
Jumat, 19 Juni 2020
Trak...Trak...Trak...Tung...Tung...Tung

Rabu, 17 Juni 2020
Jangan Paksa Aku
"Jangan takut, aku akan selalu setia dan sayang padamu sepanjang hidupku," sahutnya lagi, "tataplah kedua mataku, tak ada dusta dari lubuk hatiku."
Bela terus merayu dan merapatkan tubuhnya padaku meski aku sudah berupaya sekuat tenaga menghindarinya.
"Cukup Bela jangan lakukan ini padaku, perhatianku selama ini hanya agar kau mampu bertahan hidup," jawabku dengan nada sedih.
"Bela, kau harus bisa mandiri dan hidup seperti sebelum bertemu aku," lanjutku, "jangan paksa aku, biarkan begini saja tanpa harus terluka lagi."
Bela seperti tak percaya dengan ucapanku. Dia terus memaksa agar aku menyayangi dan mengakui keberadaannya.
Aku hanya bisa menghindar dan menjauhinya perlahan. Semoga Bela akan menemukan kebahagiaan lain. Karena aku tak bisa janjikan apa-apa apalagi sampai merasa terikat padanya. Luka trauma karena pernah ditinggal sebelumnya masih berbekas pilu di hati. Aku belum bisa pindah ke lain hati, karena kucing kesayangan (Noa) yang telah tiada masih selalu teringat. Meski Bela (kucing liar) datang namun aku tak ingin terluka lagi. Aku hanya bisa berbagi makanan namun tidak dengan hatiku.
Senin, 15 Juni 2020
Puisi Akrosmidanian
Noa, kesayangan kami (2)
Tulisan ini sudah dimuat di Yuk, Meong Rame-Rame yang diterbitkan oleh Media Guru tahun 2020.














